1.
Message Box
MsgBox sering digunakan sebagai penanganan error atau memberikan
informasi, pesan, pertanyaan atau peringatan kepada pengguna program. Pesan
atau Message Box mempunyai beberapa atribut diantaranya Tittle, Icon, Prompt
dan Button. Perhatikan gambar berikutMisalnya kita buat sebuah tombol untuk keluar seperti gambar diatas.
Tambahkan
CommandButton pada form beri nama CmdExit, kemudian pada event On Click isi
kode berikut :
Private Sub CmdExit_Click()
Private Sub CmdExit_Click()
If MsgBox("Anda yakin mau keluar?", vbQuestion + vbYesNo, "Konfirmasi") = vbYes Then
End
End If
End Sub
Kita bisa
merubah icon atau button untuk msgbox. Berikut detail setiap atribut yang ada
pada msgbox:
Icon
Icon
Buttons
Constant
|
Value
|
Description
|
vbOkOnly
|
0
|
Menampilkan
tombol OK
|
vbOkCancel
|
1
|
Menampilkan
tombol OK dan Cancel
|
vbAbortRetryIgnore
|
2
|
Menampilkan
tombol Abort, Retry dan Ignore
|
vbYesNoCancel
|
3
|
Menampilkan
tombol Yes, No dan Cancel
|
vbYesNo
|
4
|
Menampilkan
tombol Yes dan No
|
vbRetryCancel
|
5
|
Menampilkan
tombol Retry dan Cancel
|
Return Values
Constant
|
Value
|
Description
|
VbOk
|
1
|
Tombol OK
|
vbCancel
|
2
|
Tombol Cancel
|
vbAbort
|
3
|
Tombol Abort
|
vbRetry
|
4
|
Tombol Retry
|
vbIgnore
|
5
|
Tombol Ignore
|
vbYes
|
6
|
Tombol Yes
|
VbNo
|
7
|
Tombol No
|
Pada contoh diatas kita mengunakan Constant untuk setiap atribut, seperti vbQuestion, vbYesNo dan vbYes. Atribut itu bisa kita ganti dengan value seperti yang tertera pada tabel diatas, sehingga kodenya menjadi:
Private Sub CmdExit_Click()
If MsgBox("Anda yakin mau keluar?", 32 + 4, "Konfirmasi") = 6 Then
End
End If
End Sub
CARA MENGATASI MALAS BELAJAR
Langkah Yang Harus Kita Lakukan Supaya Kita Tidak Malas Dalam Belajar Yaitu :
1. Berdoa
Sebelum kita mengawali belajar sebaiknya kita berdoa dulu kepada Allah SWT semoga kita dapat mengingat pelajaran yang kita pelajari dan mendapat berkah di kemudian hari.
2. fokus
Fokuskanlah pikiran kita pada apa yang kita pelajari, jauhkanlah pikiran -pikiran yang tidak penting dalam otak kita supaya apa yang kita pelajari selalu tersimpan dalam ingatan kita.
3. ganti tempat belajar
Supaya kita tidak bosan dalam belajar sebaiknya kita ganti suasana belajar kita.Misalnya jangan selalu belajar didalam kamar terus gantilah tempatnya seperti di alam terbuka agar menenangkan pikiran kita di saat kita belajar.
4. Belajar dengan teman yang lebih pintar
Agar kita dapat pengetahuan yang lebih luas lagi carilah di antara teman kita yang menurut kita pintar dan bisa di ajak belajar bersama supaya menambah wawasan kita dalam ilmu pengettahuan.
Itulah trik agar kita tidak malas dalam belajar.
Semoga bermanfaat :) !!!
Dipost by : karmila at 19:31
Senin 26 januari 2016
Mengunjungi air terjun Curup Maung Pagar Alam yang merupakan salah satu tempat wisata di Palembanga Sumetera selatan yang populer karena berkali-kali menjadi trending topik di berbagai media, adalah suatu perjalanan panjang yang melelahkan. Betapa tidak, anda wajib mempersiapkan fisik bukan saja duduk selama 7 jam di dalam mobil untuk mencapai obyek indah ini dari ibukota Sumatera Selatan. Arahkan kendaraan anda menuju kota Lahat yang merupakan titik pertemuan antara wilayah Palembang, wilayah Lampung dan wilayah Bengkulu. Dari titik pertemuan tersebut (Pagar Alam, Lahat), anda masih perlu melanjutkan perjalanan sekitar 2 jam menuju lokasi air terjun curup Maung yang menakjubkan ini.
Curup Maung
Rute Menuju Curup Maung
Jika anda ingin mengunjungi tempat wisata air terjun di Pagar Alam lahat ini, maka sebaiknya pahami rute yang akan ditempuh. Bukan untuk mematahkan semangat anda, tetapi kami malah ingin mengajak anda mengatur perjalanan secara detail sehingga segalanya dapat dipersiapkan sebaik-baiknya.
Rute Perjalanan ke Curup Maung tahap pertama adalah dari kota Palembang menuju Pagar Alam, Lahat. Jarak tempuh biasanya berkisar 5 jam jika menggunakan moda transportasi umum. Jika anda menggunakan mobil sendiri, mungkin lebih cepat tetapi tidak terlalu berbeda jauh waktu tempuhkan. Karena transportasi umum (bis) yang digunakan biasanya tidak terlalu sering berhenti di tengah jalan.
Rute kedua yang harus anda lalui untuk mengunjungi air terjun Maung adalah jalur Pagar Alam menuju Desa Padang Muaro Duo Kecamatan Gumay Ulu. Ke desa ini membutuhkan waktu sekitar satu jam baik dengan alat transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Saran kami sebaiknya anda beritirahat dulu di Lahat, apalagi sebelumnya anda telah melalui perjalanan panjang yang melelahkan.
Rute ketiga dan terakhir adalah dari desa Padang Muaro Duo menuju lokasi air terjun Curup Maung adalah dengan berjalan kaki selama satu jam dengan memasuki hutan yang cukup lebat. Setiba di tempat wisata tersembunyi ini, dijamin anda akan lupa bahwa telah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan. Karena keindahan tempat ini tiada tara dan mampu membius anda dengan panorama alam yang sungguh menakjubkan dengan dominasi warna hijau yang segar. Kelelahan menuruni bukit ini sama seperti jika anda menuruni air terjun sipiso-piso yang merupakan tempat wisata andalan yang berada di Medan.
Segarnya Air terjun
Saran Terbaik
Melihat betapa lamanya perjalanan yang harus anda tempuh menuju Curup Maung Pagar Alam di Lahat-Palembang ini, sebaiknya ikuti saran terbaik kami yaitu:
Pastikan fisik anda prima termasuk kendaraan yang akan digunakan.
Titik istirahat pertama yang terbaik adalah di wilayah Lahat karena banyak pilihan resto dan tempat istirahat bagi anda. Jika langsung ke Pagar Alam juga bisa, tetapi hal ini terlalu memforsir tenaga anda yang sudah lelah melakukan perjalanan dari Palembang.
Di desa terakhir yaitu Padang Muaro Duo, sebaiknya titipkan kendaraan anda dan dikunci baik-baik. Ada lokasi khusus yang dipersiapkan untuk wisatawan yang ingin mengunjungi curup Maung yang indah, yang berada di dalam hutan. Kondisi ini seperti menuju Maribaya yang merupakan andalan wisata Lembang karena air terjunnya berada di dalam hutan.
Bawalah bekal yang cukup termasuk minuman, karena perjalanan panjang yang melelahkan memasuki hutan dan kebun kopi.
Perjalanan yang dilakukan menurun dan cukup curam, sehingga dibutuhkan alas kaki yang nyaman. Disarankan menggunakan sepatu daripada sandal.
Menuju Curup Maung Pagar Alam sebaiknya tidak perlu membawa perlengkapan yang banyak kecuali jika anda ingin camping. Beban yang berat saat berjalan kaki menyusuri hutan akan mempersulit perjalanan anda.
Mandi di Bawah Air Tejun
Demikianlah ulasan perjalanan panjang menuju tempat wisata alam Curup Maung Pagar Alam di wilayah Lahat Sumatera Selatan, yang sangat melelahkan. Tetapi jika anda melihat hasil foto yang kami sajikan, pasti sepakat perjalanan ini wajib dilakukan suatu saat. Keindahan panorama air terjun ini akan membayar lunas kelelahan kita. dan untuk membantu rute penjelajahan anda, silakan ikuti petunjuk yang jelas pada peta di bawah ini.
Sumber Klik Link disini
Indonesia
terkenal sebagai penghasil rempah-rempah dari alam yang masing-masing jenisnya
memiliki manfaat terutama untuk bumbu berbagai jenis masakan ataupun manfaat
bagi kesehatan manusia.Salah satu diantaranya adalah Kayu
Manis atauCinnamomun atau Cassiavera.
Jenis tanaman ini dimanfaatkan bagian kulitnya.Cassiavera mengandung minyak atsiri yang terdapat
pada kulit bagian dalam (phloem). Selain itu cassiavera juga mengandung senyawa benzoat dan
salisilat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Kayu manis banyak
digunakan dalam rumah tangga ataupun berbagai macam industri seperti kosmetika,
produk kesehatan ataupun sebagai bahan baku penghasil minyak atsiri.Kebutuhan
ekspor Cassievera ini juga cukup tinggi. Pengolahan
pascaapanen kayumanis yang cukup mudah dan kebutuhan pasar yang cukup tinggi
menjadikan faktor pengolahan kayumanis ini sebagai peluang
usaha yang patut
diperhitungkan.
Di
indonesia, Cassiavera ini pada umumnya dihasilkan dari C.
Burmani Sumatera Barat yang merupakan penghasil utama cassiavera di Dunia. Dalam perdagangan
internasional, cassiavera dikenal sebagai Padang kancci atau Cassiavera eks Padang. Pengolahan cassiavera
kering secara tradisional tidaklah sulit,dengan menggunakan metode dan
alat-alat sederhana. Untuk memperoleh cassiavera kering dilakukan pengupasan kulit,
pemeraman,pengikisan, dan pengeringan.Berikut prose pengolahannnya.
BAHAN
DAN PERALATAN
Bahan
baku yang digunakan tentu saja kayu manis atau Cassiavera,
sedangkan peralatan yang digunakan berupa pisau yang kuat dan ujungnya tajam
untuk pengupasan dan pengkikisan bisa menggunakan pisau tajam atau dengan membuat peralatannya sendiri menggunakan bahan plat atau mistar besi yang sudah tidak terpakai dan kayu untuk pegangannya serta tikar, atau tampah tempat penjemuran
CARA
PEMBUATAN
Pengupasan
Pada umumnya kayu manis / Cinnamomom dipanen setelah umur 4 tahun. Pemanenan dilakukan dengan cara mengupas kulit batang, lalu kemudian menebangnya. Tahap selanjutnya mengupas kulit cabang dan ranting. Pengambilan kulit (pengupasan) dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya akan kita bahas sebagai berikut:
Pada umumnya kayu manis / Cinnamomom dipanen setelah umur 4 tahun. Pemanenan dilakukan dengan cara mengupas kulit batang, lalu kemudian menebangnya. Tahap selanjutnya mengupas kulit cabang dan ranting. Pengambilan kulit (pengupasan) dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya akan kita bahas sebagai berikut:
Pengelupasan kulit batang
o
Tahap pertama pengolahan kayu manis, kulit pada batang pohon yang
masih hidup dibersihkan dari lumut dan kotoran.
o
Kulit pada posisi 5~10 cm di atas leher akar dikerat melingkar
disekeliling batang sampai menyentuh bagian kayu dari batang. Keratan kedua
dibuat 100 cm di atas keratan pertama.
o
Setelah kulit dikerat lagi secara vertikal dari keratan lingkaran
atas keratan lingkaran bawah. Keratan vertikal ini dibuat beberapa buah dengan
jarak 5~10 cm. Dengan demikian akan diperoleh keratan keratan kulit dengan
panjang 100 cm dan lebar 5~10 cm.
o
Masing-masing keratan dikelipaskan dengan mencungkilnya melalui
garis keratan vertikal, kemudian menariknya dari atas ke bawah secara vertikal.
Dengan demikian akan diperoleh lembara-lembaran kulit dengan panjang 100 cm dan
lebar 5~10 cm.
o
Pengelupasan tersebut dilakukan sampai semua kulit batang habis
dikelupaskan.
Pengelupasan kulit cabang dan ranting
Setelah pengelupasan kulit
batang, tahap selanjutnya adalah tanaman ditebang dengan memotong batang 10 cm
di atas leher akar. Kemudian ranting pada cabang dipotong. Selanjutnya
daun-daun dan bagian-bagian yang tidak bisa dikuliti pada bagian ranting, serta
cabang dipotong-potong. Potongan cabang dan ranting dikuliti dengan pisau.
Cabang yang cukup besar perlu diusahakan pengulitannya seperti pengulitan
batang agar diperoleh lembaran kulit yang bermutu tinggi. Proses pengelupasan
ini hendaknya dilakukan dengan hati-hati dan cermat sehingga kualitas kayu
manis yang dihasilkan juga tinggi.
dan untuk cabang ranting yang sudah sulit untuk di kupas dengan pisau untuk hasil yang baik, bisa dijadikan kelas c atau teri, dengan cara kulit yang tipis cukup di serut pengan pisau tajam, dan tidak perlu dikikis. namun kualitas akan akan berbeda dengan kulit cabang cukup besar yang masih bisa di kikis.
Pemeraman
Setelah kulit kayu manis selesai dikelupas, tahap selanjutnya kulit batang yang baru dikelupas diperam selama semalaman dengan cara menumpuk kulit pada tempat yang terlindung dari cahaya matahari langsung.
Setelah kulit kayu manis selesai dikelupas, tahap selanjutnya kulit batang yang baru dikelupas diperam selama semalaman dengan cara menumpuk kulit pada tempat yang terlindung dari cahaya matahari langsung.
Pengikisan
Untuk mendapatkan mutu kayu manis yang baik, kulit yang berukuran lebar, yaitu kulit dari batang dan kulit dari dahan yang cukup besar sebaiknya dikikis bagian luarnya, sehingga kulit menjadi bersih.Pengikisan dilakukan dengan pisau yang tajam atau menggunakan peralatan pengikis dari besi plat yang di lengkungkan dan di kasi pegangan segingga lebig memudahkan dalam proses pengikisan. Pengikisan dapat juga dengan alat mekanis yang bekerja seperi mesin serut papan (ketam).
Untuk mendapatkan mutu kayu manis yang baik, kulit yang berukuran lebar, yaitu kulit dari batang dan kulit dari dahan yang cukup besar sebaiknya dikikis bagian luarnya, sehingga kulit menjadi bersih.Pengikisan dilakukan dengan pisau yang tajam atau menggunakan peralatan pengikis dari besi plat yang di lengkungkan dan di kasi pegangan segingga lebig memudahkan dalam proses pengikisan. Pengikisan dapat juga dengan alat mekanis yang bekerja seperi mesin serut papan (ketam).
Penjemuran
o
Proses berikutnya, kulit kayu manis dijemur. Pada umumnya tahap
pengeringan ini masih dilakukan secara tradisional yaitu menggunakan sinar
matahari selama kurang lebih 3~4 hari hingga kadar air turun sampai 16%, atau
berat bahan-bahan susut sampai 50%. Selama penjemuran bahan harus sering
dibolak-balik. Kendalanya penjemuran sering menghasilkan bahan yang jelek
mutunya karena berkapang. Hal inidisebabkan hujan sering turun, atau sinar
matahari tertutup awan. Untuk mengatasinya, disarankan proses pengeringan ini
dilakukan menggunakan alat pengering.
o
Kulit dari bahan atau dahan yang cukup besar yang berupa lembaran,
selama pengeringan akan mengerut membentuk gulungan panjang serupa tongkat.
Sedangkan kulitnya akan membentuk serpihan atau lempengan yang tidak beraturan.
Penyimpanan
Cassiavera kering disimpan di tempat kering yang tidak panas. Tempat penyimpanan perlu dihindarkan dari tikus dan serangga.
Cassiavera kering disimpan di tempat kering yang tidak panas. Tempat penyimpanan perlu dihindarkan dari tikus dan serangga.
Tahap
selanjutnya kayu manis siap dikemas dan dipasarkan. Untuk memperoleh kualitas
kayumanis yang baik pengeringan kulit harus benar-benar sempurna sehingga kering
dan tahan disimpan dalam jangka waktu yanglama. Kayu manis siap dipasarkan
langsung ke konsumen ataupun disetorkan ke industri-industri.






